Otot
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut.
Jenis-jenis otot
Sel otot merupakan sel dengan banyak nuklei yang terjadi karena proses fusi dari sel mioblas.[1]. Jenis-jenis otot yang ada dalam tubuh :
Otot lurik
Memiliki desain yang efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar. Otot ini mudah lelah, yang disebabkan oleh penumpukan asam laktat pada sel-selnya. Pergerakan otot lurik berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak dan bersifat sadar (bukan refleks). Otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar manusia dan hewan.
Otot polos
Otot yang ditemukan dalam organ pencernaan dan pembuluh darah, bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf tak sadar atau saraf otonom.[2] Otot polos dibentuk oleh sel-sel otot yang terbentuk dari gelendong dengan kedua ujung meruncing, serta mempunyai satu inti tunggal.
Otot jantung
Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung ini adalah jaringan otot yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Otot
Rabu, 18 Maret 2015
Jaringan Komputer
Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan (network) adalah sebuah sistem operasi yang terdiri atas sejumlah komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuam yang sama atau suatu jaringan kerja yang terdiri dari titik-titik (nodes) yang terhubung satu sama lain, dengan atau tanpa kabel. Masing-masing nodes berfungsi sebagai stasiun kerja (workstations). Salah satu nodes sebagai media jasa atau server, yaitu yang mengatur fungsi tertentu dari nodes lainnya. Pada dasarnya teknologi jaringan komputer itu sendiri merupakan perpaduan anatara tenologi komputer dan juga teknologi komunikasi.
Tujuan dari jaringan komputer:
1. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien: Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama, serta berbagi pemakaian CPU, Memori, dan Harddsik.
2. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date: Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
3. Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.
4. Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif.
5. Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif. Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan pemasok.
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanaan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayanan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Keuntungan Jaringan
Keuntungan utama yang langsung terasa dari network sharing itu adalah, Internet yang mendunia, karena pada hakikatnya Internet itu sendiri adalah serangkaian komputer (ribuan bahkan jutaan komputer) yang saling terhubung satu sama lain. Berevelusi dan berkembang dari waktu ke waktu, sehingga membentuk satu jaringan kompleks seperti yang kita rasakan sekarang ini.
Keuntungan lain dilihat dari sisi internal network adalah :
1. Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.
2. Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
3. Menghemat uang, Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.
4. Hardware sharing, Bagi pakai hardware secara bersama-sama. Dengan adanya fasilitas jaringan kemudian menggunakan alat yang bernama printer server. maka sebuah printer laser berwarna yang mahal sekali harganya dapat dipakai secara bersama-sama oleh 10 orang pegawai. Begitu pula halnya dengan scanner, Plotter, dan alat-alat lainnya.
5. Keamanan dan pengaturan data, komputer dalam sebuah lingkungan bisnis, dengan adanya jaringan tersebut memungkinkan seorang administrator untuk mengorganisasi data-data kantor yang paling penting. Dari pada setiap departemen menjadi terpisah-pisah dan data-datanya tercecer dimana-mana. Data penting tersebut dapat di manage dalam sebuah server back end untuk kemudian di replikasi atau dibackup sesuai kebijakan perusahaan. Begitu pula seorang admin akan dapat mengontrol data-data penting tersebut agar dapat diakses atau di edit oleh orang-orang yang berhak saja.
6. Ke-stabilan dan Peningkatan performa komputasi, Dalam kondisi tertentu, sebuah jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan performa keseluruhan dari aplikasi bisnis, dengan cara penugasan komputasi yang di distribusikan kepada beberapa komputer yang ada dalam jaringan.
Kerugian Jaringan
Berbagai keuntungan dari media-media jaringan telah panjang lebar dijelaskan diatas, akan tetapi kerugian belum disinggung sama sekali. Jaringan dengan berbagai keunggulannya memang sangat membantu sekali kerja dalam suatu perusahaan. Tetapi kerugiannya juga banyak apabila tidak di sadari dari awal. Berikut beberapa kerugian dari implementasi jaringan :
1. Biaya yang tinggi kemudian semakin tinggi lagi. pembangunan jaringan meliputi berbagai aspek: pembelian hardware, software, biaya untuk konsultasi perencanaan jaringan, kemudian biaya untuk jasa pembangunan jaringan itu sendiri. Infestasi yang tinggi ini tentunya untuk perusahaan yang besar dengan kebutuhan akan jaringan yang tinggi. Sedangkan untuk pengguna rumahan biaya ini relatif kecil dan dapat ditekan. Tetapi dari awal juga network harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada biaya overhead yang semakin membengkak karena misi untuk pemenuhan kebutuhan akan jaringan komputer ini.
2. Manajemen Perangkat keras Dan Administrasi sistem : Di suatu organisasi perusahaan yang telah memiliki sistem, administrasi ini dirasakan merupakan hal yang kecil, paling tidak apabila dibandingkan dengan besarnya biaya pekerjaan dan biaya yang dikeluarkan pada tahap implementasi. Akan tetapi hal ini merupakan tahapan yang paling penting. Karena Kesalahan pada point ini dapat mengakibatkan peninjauan ulang bahkan konstruksi ulang jaringan. Manajemen pemeliharaan ini bersifat berkelanjutan dan memerlukan seorang IT profesional, yang telah mengerti benar akan tugasnya. Atau paling tidak telah mengikuti training dan pelatihan jaringan yang bersifat khusus untuk kebutuhan kantornya.
3. Sharing file yang tidak diinginkan : With the good comes the bad, ini selalu merupakan hal yang umum berlaku (ambigu), kemudahan sharing file dalam jaringan yang ditujukan untuk dipakai oleh orang-orang tertentu, seringkali mengakibatkan bocornya sharing folder dan dapat dibaca pula oleh orang lain yang tidak berhak. Hal ini akan selalu terjadi apabila tidak diatur oleh administrator jaringan.
4. Aplikasi virus dan metode hacking : hal-hal ini selalu menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang, mengakibatkan network down dan berhentinya pekerjaan. Permasalahan ini bersifat klasik karena system yang direncanakan secara tidak baik. Masalah ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab keamanan jaringan.
sumber: https://1nuy4s4.wordpress.com/pengertian-jaringan-komputer/
Jaringan (network) adalah sebuah sistem operasi yang terdiri atas sejumlah komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuam yang sama atau suatu jaringan kerja yang terdiri dari titik-titik (nodes) yang terhubung satu sama lain, dengan atau tanpa kabel. Masing-masing nodes berfungsi sebagai stasiun kerja (workstations). Salah satu nodes sebagai media jasa atau server, yaitu yang mengatur fungsi tertentu dari nodes lainnya. Pada dasarnya teknologi jaringan komputer itu sendiri merupakan perpaduan anatara tenologi komputer dan juga teknologi komunikasi.
Tujuan dari jaringan komputer:
1. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien: Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama, serta berbagi pemakaian CPU, Memori, dan Harddsik.
2. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date: Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
3. Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.
4. Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif.
5. Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif. Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan pemasok.
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanaan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayanan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Keuntungan Jaringan
Keuntungan utama yang langsung terasa dari network sharing itu adalah, Internet yang mendunia, karena pada hakikatnya Internet itu sendiri adalah serangkaian komputer (ribuan bahkan jutaan komputer) yang saling terhubung satu sama lain. Berevelusi dan berkembang dari waktu ke waktu, sehingga membentuk satu jaringan kompleks seperti yang kita rasakan sekarang ini.
Keuntungan lain dilihat dari sisi internal network adalah :
1. Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.
2. Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
3. Menghemat uang, Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.
4. Hardware sharing, Bagi pakai hardware secara bersama-sama. Dengan adanya fasilitas jaringan kemudian menggunakan alat yang bernama printer server. maka sebuah printer laser berwarna yang mahal sekali harganya dapat dipakai secara bersama-sama oleh 10 orang pegawai. Begitu pula halnya dengan scanner, Plotter, dan alat-alat lainnya.
5. Keamanan dan pengaturan data, komputer dalam sebuah lingkungan bisnis, dengan adanya jaringan tersebut memungkinkan seorang administrator untuk mengorganisasi data-data kantor yang paling penting. Dari pada setiap departemen menjadi terpisah-pisah dan data-datanya tercecer dimana-mana. Data penting tersebut dapat di manage dalam sebuah server back end untuk kemudian di replikasi atau dibackup sesuai kebijakan perusahaan. Begitu pula seorang admin akan dapat mengontrol data-data penting tersebut agar dapat diakses atau di edit oleh orang-orang yang berhak saja.
6. Ke-stabilan dan Peningkatan performa komputasi, Dalam kondisi tertentu, sebuah jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan performa keseluruhan dari aplikasi bisnis, dengan cara penugasan komputasi yang di distribusikan kepada beberapa komputer yang ada dalam jaringan.
Kerugian Jaringan
Berbagai keuntungan dari media-media jaringan telah panjang lebar dijelaskan diatas, akan tetapi kerugian belum disinggung sama sekali. Jaringan dengan berbagai keunggulannya memang sangat membantu sekali kerja dalam suatu perusahaan. Tetapi kerugiannya juga banyak apabila tidak di sadari dari awal. Berikut beberapa kerugian dari implementasi jaringan :
1. Biaya yang tinggi kemudian semakin tinggi lagi. pembangunan jaringan meliputi berbagai aspek: pembelian hardware, software, biaya untuk konsultasi perencanaan jaringan, kemudian biaya untuk jasa pembangunan jaringan itu sendiri. Infestasi yang tinggi ini tentunya untuk perusahaan yang besar dengan kebutuhan akan jaringan yang tinggi. Sedangkan untuk pengguna rumahan biaya ini relatif kecil dan dapat ditekan. Tetapi dari awal juga network harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada biaya overhead yang semakin membengkak karena misi untuk pemenuhan kebutuhan akan jaringan komputer ini.
2. Manajemen Perangkat keras Dan Administrasi sistem : Di suatu organisasi perusahaan yang telah memiliki sistem, administrasi ini dirasakan merupakan hal yang kecil, paling tidak apabila dibandingkan dengan besarnya biaya pekerjaan dan biaya yang dikeluarkan pada tahap implementasi. Akan tetapi hal ini merupakan tahapan yang paling penting. Karena Kesalahan pada point ini dapat mengakibatkan peninjauan ulang bahkan konstruksi ulang jaringan. Manajemen pemeliharaan ini bersifat berkelanjutan dan memerlukan seorang IT profesional, yang telah mengerti benar akan tugasnya. Atau paling tidak telah mengikuti training dan pelatihan jaringan yang bersifat khusus untuk kebutuhan kantornya.
3. Sharing file yang tidak diinginkan : With the good comes the bad, ini selalu merupakan hal yang umum berlaku (ambigu), kemudahan sharing file dalam jaringan yang ditujukan untuk dipakai oleh orang-orang tertentu, seringkali mengakibatkan bocornya sharing folder dan dapat dibaca pula oleh orang lain yang tidak berhak. Hal ini akan selalu terjadi apabila tidak diatur oleh administrator jaringan.
4. Aplikasi virus dan metode hacking : hal-hal ini selalu menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang, mengakibatkan network down dan berhentinya pekerjaan. Permasalahan ini bersifat klasik karena system yang direncanakan secara tidak baik. Masalah ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab keamanan jaringan.
sumber: https://1nuy4s4.wordpress.com/pengertian-jaringan-komputer/
Sabtu, 14 Maret 2015
sepak bola
Sepak Bola
Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan sebagian pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diijinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, tergantung dari format penyelenggaraan kejuaraan.
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.
Sejarah
Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
Aturan
Lapangan sepak bola
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak.
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.
Pelanggaran
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti .
Kejuaraan Internasional
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide tersebut adalah Jules Rimet, seorang pengacara dan pengusaha Perancis yang terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun 1924.
Kompetisi international tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol). Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF. Di kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia. Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola
Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan sebagian pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diijinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, tergantung dari format penyelenggaraan kejuaraan.
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.
Sejarah
Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
Aturan
Lapangan sepak bola
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak.
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.
Pelanggaran
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti .
Kejuaraan Internasional
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide tersebut adalah Jules Rimet, seorang pengacara dan pengusaha Perancis yang terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun 1924.
Kompetisi international tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol). Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF. Di kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia. Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola
Rabu, 18 Februari 2015
Asal Mula Nenek Moyang Bangsa Indonesia
ASAL MULA NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA
Menurut H.Kern dan Heine Geldern, nenek moyang Indonesia berasal dari daratan Asia. Pada awalnya nenek moyang Indonesia mendiami daerah Yunan (Cina Selatan, sekarang RRC), kemudian pindah ke selatan / Hindia belakang (200 SM – 300 SM) secara bergelombang menggunakan rakit dan perahu cadik. Pulau-pulau di daerah selatan kemudian menjadi tanah airnya yang terakhir, yaitu Indonesia.
Pulau-pulau disebelah selatan daratan Asia tersebut lazim disebut dengan nama Austronesia (Austro= Selatan, Nesos = Pulau). Bangsa yang mendiami daerah Austronesia disebut bangsa Austronesia. Bangsa Austronesia mendiami daerah yang sangat luas, yaitu meliputi daerah-daerah atau pulau-pulau yang membentang antara Madagaskar (Sebelah barat) hingga pulau Paska (Sebelah timur) dan antara Taiwan (Sebelah utara) hingga Selandia Baru (Sebelah selatan).
Sejak kepunahan jenis manusia purba, Indonesia telah dihuni oleh ras Melanesia dan Austronesia. Kedua ras tersebut telah mendukung kehidupan masyarakat masa berburu dan pengumpulan makanan tingkat lanjut sampai dengan masa Perundagian. Pendapat ini didasarkan pada dua hal, Yaitu:
A. Persebaran rumpun bahasa
Bahasa yang tersebar di nusantara termasuk bahasa melayu Austronesia. Menurut para ahli bahasa, Melayu Austronesia berasal dari Taiwan. Sebab masyarakat Taiwan sudah menggunakan bahasa Proto Austronesia . Masyarakat Taiwan kemudian menyebar kearah selatan yakni Vietnam, Semenanjung Malaya, dan ada yang sampai ke Indonesia.
B. Persebaran kebudayaan bercocok tanam
Pada zaman Neolitikum terjadi perubahan secara besar-besaran dalam kehidupan pra-aksara di Indonesia, yakni terjadi revolusi dari masa berburu ke masa menetap, bercocok tanam, dan berternak. Kebudayaan bercocok tanam ini sudah ada di Taiwan sekitar 3000 SM. Dari keterangan ini, para ahli menyimpulkan bahwa orang-orang Taiwan memperkenalkan budaya bercocok tanam kepada bangsa Indonesia.
Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia.
Seiring dengan kehidupan masyarakat purba, terjadi gelombang kedatangan nenek moyang kita. Menurut penyelidikan Dr.H.Khen (berdasarkan perbandingan bahasa) dan penyelidikan Dr.Von Heine Geldern (berdasarkan perkembangan alat-alat kapak), nenek moyang kita berasal dari Yunan (Cina selatan, sekarang RRC). Dari Yunan, mereka bergerak ke selatan (Hindia belakang) dengan perahu cadik terus ke selatan akhirnya sampai di kepulauan nusantara. Mereka datang ke Indonesia anatara tahun 2000 – 3000 SM. Kebudayaan mereka sudah termasuk kebudayaan Neolitikum . Adapun kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia terbagi dalam dua kelompok dan dua gelombang.
Yaitu:
A. Bangsa Proto Melayu (Bangsa Melayu tua).
Kira-kira pada tahun 1500 SM, bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia . Kedatangan Bangsa Proto Melayu merupakan gelombang yang pertama, dengan menempuh dua jalur / jalan yakni:
1. Jalur barat
Persebaran bangsa Proto melayu lewat jalur barat yakni melalui Semenanjung Malaya – Sumatra – Kalimantan, Jawa – Bali dan Nusa Tenggara. Mereka membawa kebudayaan Neolitikum berupa kapak/beliung persegi. Kapak Persegi banyak ditemukan didaerah Indonesia bagian barat. Adapun sisa-sisa keturunan bangsa Proto Melayu ini adalah Suku Nias,Suku Batak,Suku Dayak, dan Suku Sasak.
2. Jalur timur.
Persebaran bangsa Proto Melayu lewat jalur timur. Yakni melalui Sulawesi, terus ke Maluku dan Papua. Mereka membawa kebudayaan Neolitikum berupa kapak Lonjong. Itulah sebabnya, Kapak Lonjong banyak ditemukan didaerah Indonesia bagian timur. Adapun sisa-sisa keturunan bangsa Proto Melayu yang melalui jalur timur adalah Suku Toraja.
B. Bangsa Peutro Melayu (Bangsa Melayu muda).
Kira kira tahun 500SM, nenek oyang bangsa Indonesia gelobang kedua memasuki Indonesia. Bangsa Deutro Melayu memasuki satu jalan, yaitu jalan barat (melalui Malaya-Sumatra-Jawa). Menurut N.Daldjoeni (1984), Bangsa Deutro Melayu / Melayu Muda ini berasal dari dongso (Vietnam Utara), sehingga mereka ini kadang kala disebut orang orang dongso.
Mereka telah memiliki kebudayaan yang lebih tinggi dari pada Bangsa Proto Melayu. Peradaban mereka ditandai dengan kemampuan mengerjakan logam dengan sempurna. Barang-barang hasil kebudayaan mereka telah terbuat dari logam. Mula-mula dari perunggu dan kemudian dari besi. Hasil kebudayaan logam Indonesia yang terpenting ialah kapak corok / kapak sepatu dan nekara.
Dibidang pengolahan tanah mereka telah sampai pada usaha irigasi atas tanah-tanah pertanian yang berhasil mereka wujudkan, yakni dengan membuka hutan. Sudah selayaknya mereka mencari daerah-daerah seperti di Jawa dan pantai-pantai Sumatra untuk digarap seperti di negeri asal mereka. Mereka juga telah mengenal perikanan laut dan pelayaran, sehingga rute perpindahan ke Nusantara juga memanfaatkan jalan laut. Bangsa Indoneia sekarang termasuk keturunan Bangsa Proto Melayu, misalnya Suku Minang, Jawa, Madura, Menado dan Bugis.
Kehidupan Nenek Moyang
Akhir zaman pra-aksara, nenek moyang kita telah memiliki cara hidup sebagai berikut :
• Telah mengenal hidup, bercocok tanah dan berternak
• Telah bertempat tinggal, dipantai maupun pedalaman, yang dekat dengan sumber kehidupan
• Telah membentuk kampung atau desa
• Mereka telah berhasil membetuk masyarakat yang teratur dengan memilih seseorang pemimpin yang bertuah sebagai pemimpin mereka.
Menjelang memasuki zaman aksara, nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki beberapa kepandaian ,seperti kemampuan berlayar, mengenal atronomi, kepandaian bersawah, mengatur masyarakat, kesenian wayang, seni gamelan, seni membatik, perdagangan, sistem macapat, membuat kerajinan.
Masyarakat Indonesia juga telah meyakini adanya kekuatan di luar diri mereka, dengan demikian muncullah kepercayaan Animisme dan dinamisme. Animisme adalah suatu kepercayaan bahwa setiap benda atau mekhluk mempunyai roh / jiwa dan roh itu ada yang baik dan ada yang jahat. Agar tidak mengganggu, maka roh itu di beri sesaji. Dinamisme adalah suatu kepercayaan bahwa benda-benda tertentu memiliki kekuatan gaib, misalnya senjata (tombak, keris, dan lain-lain), pohon, gunung, gua dan sebagainya. Agar tidak menggaggu, mereka memuja / menaruh hormat terhadap benda -benda tersebut.
Teori Asal Usul Nenek Moyang Indonesia:
1. Prof.Dr.H.Kern
Ilmuwan asal Belanda ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Kern berpendapat bahwa bahasa-bahasa yang di gunakan di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanesia, Mikronesia memiliki akar bahasa Austronesia.Kern menyimupulkan bahwa bangsa Indonesia berawal dari satu daerah dan menggunakan bahasa Campa. Menurutnya,nenek moyang Indonesia bercadik menuju kepulauan Indonesia. Pendapat Kern ini di dukung oleh adanya persamaan nama dan bangsa yang dipergunakan di daerah Campa dengan Indonesia, misalnya kata “kampong” banyak dipergunakan sebagai kata tempat di Kamboja.
2. Van Heine Geldern
Pendapatannya tak jauh berbeda dengan Kern bahwa bahasa Indonesia berasal dari daerah Asia Tengah.Teori Geldern ini didukung oleh penemuan penemuan sejumlah artefak, sebagai perwujudan budaya, yang ditemukan di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan yang di temukan di daratan Asia.
3. Max Muller
Berpendapat lebih spesifik yaitu bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia Tenggara. Namun alasan Muller tak di dukung oleh alasan yang jelas.
4. Hogen
Menyatakan bahwa bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatera. Bangsa Melayu ini kemudian bercampur dengan bangsa mongol yang disebut dengan bangsa Proto Melayu ( Melayu Tua) dan Deutro Melayu ( Melayu Muda).
Bangsa Proto Melayu menyebar di sekitar wilayah Indonesia pada tahun 3000-1500 SM. Sedangkan bangsa Deutro Melayu datang ke Indonesia sekitar tahun 1500-500 SM.
5. Prof. Dr. Krom
Menguraikan bahwa masyarakat Indonesia berasal dari Cina tengah karena di daerah Cina tengah banyak terdapat sumber sungai besar. Mereka menyebar ke kawasan Indonesia sekitar 2000-1500 SM.
6. Mayunder
Berpendapat bahwa bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dari India, lalu menyebar ke wilayah Indocina terus ke daerah Indonesia dan Pasifik. Teori Mayunder ini didukung oleh penelitiannya bahwa bahasa Austria merupakan bahasa muda di India bagian timur.
7. Dr. Brandes
Berpendapat bahwa suku-suku yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki persamaan dengan bangsa-bangsa yang bermukim di daerah-daerah yang membentang dari sebelah utara Pulau Formosa di Taiwan sebelah barat pulau Madagaskar sebelah selatan yaitu Jawa, Bali, sebelah timur hingga ke tepi barat pantai amerika. Brandes melakukan penelitian ini berdasarkan perbandingan bahasa.
Menurut H.Kern dan Heine Geldern, nenek moyang Indonesia berasal dari daratan Asia. Pada awalnya nenek moyang Indonesia mendiami daerah Yunan (Cina Selatan, sekarang RRC), kemudian pindah ke selatan / Hindia belakang (200 SM – 300 SM) secara bergelombang menggunakan rakit dan perahu cadik. Pulau-pulau di daerah selatan kemudian menjadi tanah airnya yang terakhir, yaitu Indonesia.
Pulau-pulau disebelah selatan daratan Asia tersebut lazim disebut dengan nama Austronesia (Austro= Selatan, Nesos = Pulau). Bangsa yang mendiami daerah Austronesia disebut bangsa Austronesia. Bangsa Austronesia mendiami daerah yang sangat luas, yaitu meliputi daerah-daerah atau pulau-pulau yang membentang antara Madagaskar (Sebelah barat) hingga pulau Paska (Sebelah timur) dan antara Taiwan (Sebelah utara) hingga Selandia Baru (Sebelah selatan).
Sejak kepunahan jenis manusia purba, Indonesia telah dihuni oleh ras Melanesia dan Austronesia. Kedua ras tersebut telah mendukung kehidupan masyarakat masa berburu dan pengumpulan makanan tingkat lanjut sampai dengan masa Perundagian. Pendapat ini didasarkan pada dua hal, Yaitu:
A. Persebaran rumpun bahasa
Bahasa yang tersebar di nusantara termasuk bahasa melayu Austronesia. Menurut para ahli bahasa, Melayu Austronesia berasal dari Taiwan. Sebab masyarakat Taiwan sudah menggunakan bahasa Proto Austronesia . Masyarakat Taiwan kemudian menyebar kearah selatan yakni Vietnam, Semenanjung Malaya, dan ada yang sampai ke Indonesia.
B. Persebaran kebudayaan bercocok tanam
Pada zaman Neolitikum terjadi perubahan secara besar-besaran dalam kehidupan pra-aksara di Indonesia, yakni terjadi revolusi dari masa berburu ke masa menetap, bercocok tanam, dan berternak. Kebudayaan bercocok tanam ini sudah ada di Taiwan sekitar 3000 SM. Dari keterangan ini, para ahli menyimpulkan bahwa orang-orang Taiwan memperkenalkan budaya bercocok tanam kepada bangsa Indonesia.
Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia.
Seiring dengan kehidupan masyarakat purba, terjadi gelombang kedatangan nenek moyang kita. Menurut penyelidikan Dr.H.Khen (berdasarkan perbandingan bahasa) dan penyelidikan Dr.Von Heine Geldern (berdasarkan perkembangan alat-alat kapak), nenek moyang kita berasal dari Yunan (Cina selatan, sekarang RRC). Dari Yunan, mereka bergerak ke selatan (Hindia belakang) dengan perahu cadik terus ke selatan akhirnya sampai di kepulauan nusantara. Mereka datang ke Indonesia anatara tahun 2000 – 3000 SM. Kebudayaan mereka sudah termasuk kebudayaan Neolitikum . Adapun kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia terbagi dalam dua kelompok dan dua gelombang.
Yaitu:
A. Bangsa Proto Melayu (Bangsa Melayu tua).
Kira-kira pada tahun 1500 SM, bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia . Kedatangan Bangsa Proto Melayu merupakan gelombang yang pertama, dengan menempuh dua jalur / jalan yakni:
1. Jalur barat
Persebaran bangsa Proto melayu lewat jalur barat yakni melalui Semenanjung Malaya – Sumatra – Kalimantan, Jawa – Bali dan Nusa Tenggara. Mereka membawa kebudayaan Neolitikum berupa kapak/beliung persegi. Kapak Persegi banyak ditemukan didaerah Indonesia bagian barat. Adapun sisa-sisa keturunan bangsa Proto Melayu ini adalah Suku Nias,Suku Batak,Suku Dayak, dan Suku Sasak.
2. Jalur timur.
Persebaran bangsa Proto Melayu lewat jalur timur. Yakni melalui Sulawesi, terus ke Maluku dan Papua. Mereka membawa kebudayaan Neolitikum berupa kapak Lonjong. Itulah sebabnya, Kapak Lonjong banyak ditemukan didaerah Indonesia bagian timur. Adapun sisa-sisa keturunan bangsa Proto Melayu yang melalui jalur timur adalah Suku Toraja.
B. Bangsa Peutro Melayu (Bangsa Melayu muda).
Kira kira tahun 500SM, nenek oyang bangsa Indonesia gelobang kedua memasuki Indonesia. Bangsa Deutro Melayu memasuki satu jalan, yaitu jalan barat (melalui Malaya-Sumatra-Jawa). Menurut N.Daldjoeni (1984), Bangsa Deutro Melayu / Melayu Muda ini berasal dari dongso (Vietnam Utara), sehingga mereka ini kadang kala disebut orang orang dongso.
Mereka telah memiliki kebudayaan yang lebih tinggi dari pada Bangsa Proto Melayu. Peradaban mereka ditandai dengan kemampuan mengerjakan logam dengan sempurna. Barang-barang hasil kebudayaan mereka telah terbuat dari logam. Mula-mula dari perunggu dan kemudian dari besi. Hasil kebudayaan logam Indonesia yang terpenting ialah kapak corok / kapak sepatu dan nekara.
Dibidang pengolahan tanah mereka telah sampai pada usaha irigasi atas tanah-tanah pertanian yang berhasil mereka wujudkan, yakni dengan membuka hutan. Sudah selayaknya mereka mencari daerah-daerah seperti di Jawa dan pantai-pantai Sumatra untuk digarap seperti di negeri asal mereka. Mereka juga telah mengenal perikanan laut dan pelayaran, sehingga rute perpindahan ke Nusantara juga memanfaatkan jalan laut. Bangsa Indoneia sekarang termasuk keturunan Bangsa Proto Melayu, misalnya Suku Minang, Jawa, Madura, Menado dan Bugis.
Kehidupan Nenek Moyang
Akhir zaman pra-aksara, nenek moyang kita telah memiliki cara hidup sebagai berikut :
• Telah mengenal hidup, bercocok tanah dan berternak
• Telah bertempat tinggal, dipantai maupun pedalaman, yang dekat dengan sumber kehidupan
• Telah membentuk kampung atau desa
• Mereka telah berhasil membetuk masyarakat yang teratur dengan memilih seseorang pemimpin yang bertuah sebagai pemimpin mereka.
Menjelang memasuki zaman aksara, nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki beberapa kepandaian ,seperti kemampuan berlayar, mengenal atronomi, kepandaian bersawah, mengatur masyarakat, kesenian wayang, seni gamelan, seni membatik, perdagangan, sistem macapat, membuat kerajinan.
Masyarakat Indonesia juga telah meyakini adanya kekuatan di luar diri mereka, dengan demikian muncullah kepercayaan Animisme dan dinamisme. Animisme adalah suatu kepercayaan bahwa setiap benda atau mekhluk mempunyai roh / jiwa dan roh itu ada yang baik dan ada yang jahat. Agar tidak mengganggu, maka roh itu di beri sesaji. Dinamisme adalah suatu kepercayaan bahwa benda-benda tertentu memiliki kekuatan gaib, misalnya senjata (tombak, keris, dan lain-lain), pohon, gunung, gua dan sebagainya. Agar tidak menggaggu, mereka memuja / menaruh hormat terhadap benda -benda tersebut.
Teori Asal Usul Nenek Moyang Indonesia:
1. Prof.Dr.H.Kern
Ilmuwan asal Belanda ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Kern berpendapat bahwa bahasa-bahasa yang di gunakan di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanesia, Mikronesia memiliki akar bahasa Austronesia.Kern menyimupulkan bahwa bangsa Indonesia berawal dari satu daerah dan menggunakan bahasa Campa. Menurutnya,nenek moyang Indonesia bercadik menuju kepulauan Indonesia. Pendapat Kern ini di dukung oleh adanya persamaan nama dan bangsa yang dipergunakan di daerah Campa dengan Indonesia, misalnya kata “kampong” banyak dipergunakan sebagai kata tempat di Kamboja.
2. Van Heine Geldern
Pendapatannya tak jauh berbeda dengan Kern bahwa bahasa Indonesia berasal dari daerah Asia Tengah.Teori Geldern ini didukung oleh penemuan penemuan sejumlah artefak, sebagai perwujudan budaya, yang ditemukan di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan yang di temukan di daratan Asia.
3. Max Muller
Berpendapat lebih spesifik yaitu bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia Tenggara. Namun alasan Muller tak di dukung oleh alasan yang jelas.
4. Hogen
Menyatakan bahwa bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatera. Bangsa Melayu ini kemudian bercampur dengan bangsa mongol yang disebut dengan bangsa Proto Melayu ( Melayu Tua) dan Deutro Melayu ( Melayu Muda).
Bangsa Proto Melayu menyebar di sekitar wilayah Indonesia pada tahun 3000-1500 SM. Sedangkan bangsa Deutro Melayu datang ke Indonesia sekitar tahun 1500-500 SM.
5. Prof. Dr. Krom
Menguraikan bahwa masyarakat Indonesia berasal dari Cina tengah karena di daerah Cina tengah banyak terdapat sumber sungai besar. Mereka menyebar ke kawasan Indonesia sekitar 2000-1500 SM.
6. Mayunder
Berpendapat bahwa bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dari India, lalu menyebar ke wilayah Indocina terus ke daerah Indonesia dan Pasifik. Teori Mayunder ini didukung oleh penelitiannya bahwa bahasa Austria merupakan bahasa muda di India bagian timur.
7. Dr. Brandes
Berpendapat bahwa suku-suku yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki persamaan dengan bangsa-bangsa yang bermukim di daerah-daerah yang membentang dari sebelah utara Pulau Formosa di Taiwan sebelah barat pulau Madagaskar sebelah selatan yaitu Jawa, Bali, sebelah timur hingga ke tepi barat pantai amerika. Brandes melakukan penelitian ini berdasarkan perbandingan bahasa.
me
assalamualakum wr.wb.
sebelumnya terimakasih sudah mau mengunjungi blog ku,blog sederhana karya anak Indonesia (cielahh..).
pertama soal nama, namaku sederhana kok,cukup dua kata sekali baca langsung hafal, apalagi namaku itu udah pasaran. Luqman Hakim, ya itulah namaku, tpi cukup panggil Luqman aja ya. pasti saat kalian baca namaku pertama kali langsung mikir kalo aku itu islam, dan tebakan kalian itu nggak salah. gini-gini aku itu bangga jadi generasi muslim Indonesia
yang kedua tentang sekolah ku, aku ini adalah pelajar normal, seperti kebanyakan pelajar pada umumnya, sering tidur di sekolah,hari-hari selalu mencotek PR, benci tugas, dll, lah. wajar darah muda, anak kelas 9 SMP.
udah cukup ya perkenalannya, nggak perlu banyak basa-basi, yang penting terus kunjungi blog aku dan semoga bermanfaat.
sebelumnya terimakasih sudah mau mengunjungi blog ku,blog sederhana karya anak Indonesia (cielahh..).
pertama soal nama, namaku sederhana kok,cukup dua kata sekali baca langsung hafal, apalagi namaku itu udah pasaran. Luqman Hakim, ya itulah namaku, tpi cukup panggil Luqman aja ya. pasti saat kalian baca namaku pertama kali langsung mikir kalo aku itu islam, dan tebakan kalian itu nggak salah. gini-gini aku itu bangga jadi generasi muslim Indonesia
yang kedua tentang sekolah ku, aku ini adalah pelajar normal, seperti kebanyakan pelajar pada umumnya, sering tidur di sekolah,hari-hari selalu mencotek PR, benci tugas, dll, lah. wajar darah muda, anak kelas 9 SMP.
udah cukup ya perkenalannya, nggak perlu banyak basa-basi, yang penting terus kunjungi blog aku dan semoga bermanfaat.
Minggu, 15 Februari 2015
Pola Pemukiman Penduduk
pola pemukiman penduduk ada beberapa macam, antara lain:
1. pola pemukiman memanjang
pola pemukiman memanjang adalah pola pemukiman berupa deretan rumah memanjang mengikuti keadaan alam seperti sungai, pantai serta mengikuti bangunan seperti jalan.
a). pola pemukiman memanjang mengikuti alur sungai
mata pencaharian penduduk di daerah tersebut bermacam macam, seperti: nelayan, perkebunan kelapa, perdagangan
gambar pola pemukiman memanjang mengikuti arus sungai
b). pola pemukiman memanjang mengikuti garis pantai
mata pencaharian penduduk daerah tepi pantai pada umunya adalah sebagai nelayan, petani garam dan pedagang.
gambar pola pemukiman memanjang mengikuti garis pantai
c). pola pemukiman sejajar dengan jalan
mata pencaharian penduduk di daerah yang sejajar dengan jalan bervariasi, seperti: pedagang, berwiraswasta dll.
gambar pola pemukiman sejajar dengan jalan
2. pola pemukiman terpusat
pola pemukiman terpusat adalah pola pemukiman yang mendorong masyarakat hidup bergerombol,masyarakat berjiwa sosial, bergotong royong dan pola ini pada umunya terdapat di daerah pegunungan atau daerah yang jauh dari kota. mata pencharian penduduk di daerah tersebut umumnya: berladang, berkebun, beternak.
gambar pola pemukiman terpusat
3. pola pemukiman linier
pola pemukiman linier adalah pola pemukimn yang semula memanjang di tepi jalan dan berkembang ke belakang bsehingga memerlukan jalan baru untuk menghubungkan antara pemukiman yang di depan dengan yang di belakang.
gambar pola pemukiman linier
4. pola pemukiman seputar/sekeliling fasilitas
pola pemukiman seputar/sekeliling fasilitas adalah pola pemukiman yang terdapat di seputar atau di sekeliling fasilitas alam maupun buatan. fasilitas alam contohnya: mata air, telaga/ danau. fasilitas buatan cotohnya: kampus, pasar, arena olah raga, kantor dll.
gambar pola pemukiman di seputar/sekeliling fasilitas
1. pola pemukiman memanjang
pola pemukiman memanjang adalah pola pemukiman berupa deretan rumah memanjang mengikuti keadaan alam seperti sungai, pantai serta mengikuti bangunan seperti jalan.
a). pola pemukiman memanjang mengikuti alur sungai
mata pencaharian penduduk di daerah tersebut bermacam macam, seperti: nelayan, perkebunan kelapa, perdagangan
gambar pola pemukiman memanjang mengikuti arus sungai
b). pola pemukiman memanjang mengikuti garis pantai
mata pencaharian penduduk daerah tepi pantai pada umunya adalah sebagai nelayan, petani garam dan pedagang.
gambar pola pemukiman memanjang mengikuti garis pantai
c). pola pemukiman sejajar dengan jalan
mata pencaharian penduduk di daerah yang sejajar dengan jalan bervariasi, seperti: pedagang, berwiraswasta dll.
gambar pola pemukiman sejajar dengan jalan
2. pola pemukiman terpusat
pola pemukiman terpusat adalah pola pemukiman yang mendorong masyarakat hidup bergerombol,masyarakat berjiwa sosial, bergotong royong dan pola ini pada umunya terdapat di daerah pegunungan atau daerah yang jauh dari kota. mata pencharian penduduk di daerah tersebut umumnya: berladang, berkebun, beternak.
gambar pola pemukiman terpusat
3. pola pemukiman linier
pola pemukiman linier adalah pola pemukimn yang semula memanjang di tepi jalan dan berkembang ke belakang bsehingga memerlukan jalan baru untuk menghubungkan antara pemukiman yang di depan dengan yang di belakang.
gambar pola pemukiman linier
4. pola pemukiman seputar/sekeliling fasilitas
pola pemukiman seputar/sekeliling fasilitas adalah pola pemukiman yang terdapat di seputar atau di sekeliling fasilitas alam maupun buatan. fasilitas alam contohnya: mata air, telaga/ danau. fasilitas buatan cotohnya: kampus, pasar, arena olah raga, kantor dll.
gambar pola pemukiman di seputar/sekeliling fasilitas
Langganan:
Komentar (Atom)





