Senin, 15 Oktober 2018

“Kunjungan Museum Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman”


1.      Dekripsi
Pada Rabu, 10 Oktober 2018 lalu, saya beserta teman sekelas berkunjung ke Museum Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman yang terletak di pinggir Sungai Logawa Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dan kurang lebih 4 km dari kota Purwokerto. Kunjungan ini merupakan serangkaian kegiatan mata kuliah Jati Diri Unsoed. Kami sekelas berangkat pada pukul 09.30 WIB. Kami berangkat menggunakan kendaraan pribadi, yaitu motor. Dalam proses pemberangkatan kami dibagi menjadi 3 keloter, hal tersebut dilakukan agar proses pemberangkatan menjadi lebih aman dan efisien. Saya pada saat itu berada di keloter pertama, maka dari itu saya datang di lokasi lebih dahulu. Ketika sampai di tempat tujuan kami beristirahat sejenak sesambil menunggu teman-teman yang lain dan bapak dosen yang sedang dalam perjalanan. Akhirnya pada pukul 10.45 WIB acara pun dimulai. Acara tersebut diawali dengan pembukaan oleh bapak dosen dan selanjutnya kami semua berfoto di depan museum. Selanjutnya kami sekelas menuju lantai satu. Pada ruangan tersebut terdapat miniature, patung setengah badan, duplikat tandu, duplikat senjata yang berkaitan erat dengan Pahlawan Jenderal Soedirman. Untuk lebih jelasnya kami dipandu oleh sejarawan disana yang menceritakan secara detail apa saja kejadian yang dialami oleh Jenderal Soedirman dari beliau lahir hingga meninggal. Setelah itu kami mulai berkeliling di sekitaran lantai satu untuk melihat apa saja yang sudah dijelaskan tadi. Selain melihat barang-barang di sana kami juga tidak lupa mengabadikan momen tersebut dengan berfoto. Lalu kami menuju ke lantai dua, disana terdapat patung Jenderal Soedirman yang menunggangi seekor kuda. Patung tersebut sangat besar dan megah, kami pun tidak melewatkan  momen tersebut dengan berfoto. Setelah itu kami menuju  ke lapangan dekat dengan museum tersebut, kami istirahat sejenak kemudian dilanjutkan dengan game. Game tersebut menggunkaan seluruh kelompok. Pada awalnya kami dibagi menjadi 5 kelmpok dan saya berkesempatan untuk masuk di kelompok 1. Bentuk dari game ini seperti ular-ularan yang mana semua anggota membentuk sebuah barisan panjang dan saling memegang pundak temannya, lalu diikatkan sebuah balon pada anggota paling belakang. Untuk memenangkan game ini setiap kelompok harus melindungi balon yang ada dibelakang dan untuk anggota yang berada dipaling depan harus memecahkan balon lawan namun barisannya tidak boleh lepas. Game tersebut berlangsung dengan sengit namun juga tak jarang mengundang banyak tawa. Namun sayang kelompok kami kalah point dengan yang lain sehingga kami mendapatkan juara kedua. Selesai acara tersebut selesai, kami pun beristirahat sambil menyantap makanan yang telah disediakan dan kegiatan kunjungan ke Museum  Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman berakhir disini.

2.      Perasaan
Pada kegiatan kunjungan ke Museum Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman tersebut saya merasa sangat senang. Hal tersebut dikarenakan selain saya lebih mengenal tentang apa saja yang terdapat di kota Purwokerto ini sekaligus berkarya wisata, saya juga menjadi lebih tahu tentang sejarah pahlawan yang sekarang namanya diabadikan menjadi nama sebuah Universitas di Purwokerto tersebut. Setelah dijelaskan oleh sejarawan disana saya menjadi takjub oleh seorang Jenderal Soedirman, hal tersebut dikarenakan dia bukan dari golongan atau keluarga yang kaya namun beliau sangat berani dan pantang menyerah, walaupun beliau dalam keadaan sakit namun tetap saja semangatnya tidak pernah luntur untuk melakukan perlawanan demi kemerdekaan Bang sa Indonesia. Hal tersebut membuat saya menjadi termotivasi untuk menjadi seseorang yang seperti beliau namun dengan bidang yang saya jalani.

3.      Evaluasi
Kegiatan kunjungan ke Museum PanglimaBesar TNI Jenderal Soedirman ini sangat menyenangkan dan juga memberikan pengetahuan tentang sejarah Jenderal Soedirman. Selain itu banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari materi yang disampaikan oleh sejarawan tersebut. Sikap dari Jenderal Soedirman seperti tegas, jujur, berani dan lain-lain haruslah menjadi hal yang patut kita contoh dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pada generasi muda pada zaman sekarang ini.

4.      Analisis
Dengan adanya kegiatan ini membuat saya menjadi termotivasi dengan apa yang pernah dilakukan oleh Jenderal Soedirman serta sifat-sifat beliau yang membuat saya memiliki kemauan untuk menjadi soerang pribadi yang lebih baik lagi.

5.      Kesimpulan
Kunjungan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa keperawatan khususnya untuk saya pribadi. Sebuah pembelajaran sejarah yang dipandu oleh sejarawan disana memberikan dampak yang positif. Sifat-sifat dari seorang Jenderal Soedirman merupakan sebuah contoh yang baik bagi seluruh rakyat Indonesia terutama bagi para mahasiswa, hal tersebut dikarenakan mahasiswa adalah generasi yang kelak akan membangun bangsa.

6.      Rencana ke Depan
Untuk rencana ke depan saya ingin menjadi seorang pribadi yang lebih baik lagi dengan cara memahami dan mengaplikasikan sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang Jenderal Soedirman dalam kehidupan sehari-hari. Serta mengenang jasa para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa Indonesia, karena dengan hal tersebut dapat menjadi motivasi dengan membuat saya ingin membangun bangsa dengan sesuai bidang yang saya geluti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar